Minggu, 08 Mei 2016

Peluang usaha menguntungkan dari daun jati

Daun jati selama ini tak pernah dilirik sebagai peluang usaha. Padahal, dengan sedikit sentuhan tangan, daun yang memiliki tekstur keras dan kaku ini dapat diolah sebagai potensi bisnis yang menguntungkan.
Adalah warga Desa Banyuurip, Kecamatan Margorejo, Pati, Jawa Tengah, yang berhasil mengembangkan potensi ini. Melihat banyaknya pohon jati di sekitar desa, ide untuk memanfaatkan daun jati pun akhirnya muncul. Daun jati ini pun akhirnya diolah sebagai makanan ringan, sejenis kerupuk.
"Kerupuk daun jati juga punya manfaat, salah satunya bisa menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Apalagi, kerupuk ini dapat dinikmati semua kalangan karena dijual dengan harga yang cukup murah, yakni Rp7.500 saja," kata Sutijah, seorang pembuat kripik daun jati saat ditemui oleh MNC Media di Desa Banyuuri, Pati, Jawa Tengah.
Bagi Anda yang tertarik untuk mencoba bisnis ini, Anda hanya perlu mempersiapkan bahan-bahan seperti daun jati muda, ikan sebagai pengganti MSG, bawang putih, garam, dan gula.
Proses pertama, Anda perlu memisahkan daun jati dari tulang daun, potong kecil-kecil, kemudian dicuci.
Selanjutnya, Anda perlu menggiling bumbu seperti bawang putih, garam, dan gula dan ditambahkan dengan ikan. Adonan dari tepung tapioka pun juga perlu disiapkan untuk kemudian ditambah dengan daun jati, bumbu, lalu dicampurkan dengan air hangat.
Setelah diaduk rata, adonan kemudian dimasukkan ke dalam wadah untuk selanjutnya dikukus. Selanjuutnya, Anda perlu mendinginkan selama 24 jam dalam kulkas dan kemudian memotong menjadi potongan tipis.
Tahap terakhir, Anda perlu menjemur hingga benar-benar kering hingga kerupuk siap digoreng dan dikemas dalam plastik.
"Kerupuk daun jati ini enak, gurih, dan renyah sehingga cocok dinikmati dikala bersantai maupun pelengkap saat makan," jelas Lilik Martini, seorang pelanggan kerupuk daun jati.
Saat ini, usaha pembuatan kerupuk daun jati masih berskala usaha rumahan. Namun, untuk ke depannya, direncanakan akan dikelola dalam skala besar oleh kelompok wanita tani (KWT) Berkah Lumintu. Kerupuk daun jati ini pun diharapkan dapat menjadi makanan khas Banyuurip.