Jumat, 08 Januari 2016

Kisah Sukses Menjadi Sosialpreneur Muda Berbakat Bisnis

Kisah sukses pebisnis muda memang selalu menjadi daya tarik tersendiri. Hal itu dikarenakan umur yang masih muda, bahkan belia tetapi sudah bisa menghasilkan uang dengan jerih payahnya sendiri.

Apalagi jika bisnis yang dilakukannya melibatkan unsur sosial kemasyarakatan, sehingga ada nilai plusnya. Hal seperti itu juga yang dilakukan oleh Hafiza Elfira. Wanita berjilbab ini berhasil mengangkat harkat serta martabat para ibu yang menderita penyakit kusta.

Mereka yang selama ini termarjinalkan karena penyakitnya tersebut, menggugah hati Hafiza agar bisa lebih produktif dalam berkarya dan menghasilkan nilai ekonomis.

Oleh karena itu, Hafiza bersama beberapa temannya memberdayakan ibu-ibu penderita kusta itu dengan membekali mereka keterampilan yang nyata.

Ilmu apa yang diberikan Hafiza untuk membekali ibu-ibu penderita kusta?

Hafiza dan rekan-rekannya memberikan pelajaran tentang ilmu menjahit kepada para ibu penderita kusta tersebut. Salah satu karyanya, yaitu menjahit manik-manik pada jilbab, sehingga lebih memiliki daya jual lebih tinggi.

Sebelum dipasang manik-manik, jilbab tersebut hanya berwarna polos saja. Namun setelah dijahit manik-manik oleh para ibu penderita kusta, jilba itu menjadi semakin cantik. Bahkan, penjualannya sudah mencangkup seluruh Indonesia.

Kisah sukses yang dilakoni oleh Hafiza bersama ibu-ibu penderita kusta tersebut sangat menginspirasi banyak orang. Khususnya anak-anak muda untuk bisa menolong sesama dengan cara berbeda serta ada nilai tambahnya.

Kepedulian sosial dari Hafiza menjadikannya mendapat sebutan sosialpeneur, yaitu seorang pebisnis yang masih mempedulikan lingkungan sosial dari sebuah komunitas tertentu.

Kisah sukses untuk mencetak sosialpreneuer lebih banyak

Dari apa yang dilakukan Hafiza tersebut, sangat mungkin makin banyak pebisnis-pebisnis muda yang ingin seperti itu. Mereka berbisnis bukan hanya untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.

Namun, ada nilai positif dengan membantu sesama yang saling membutuhkan. Dilihat dari sisi religi, bisnis semacam itu bisa dikategorikan usaha dunia akhirat. Pasalnya, keuntungan dunia bisa didapatkan, ditambah dengan pahala di akhirat kelak.

Tidak ada ruginya mempraktikkan bisnis seperti itu. Lagipula, masih banyak orang di luar sana yang sangat membutuhkan bantuan. Itulah cerita kiprah Hafiza yang menjadi kisah sukses.