Kamis, 19 Februari 2015

Keuntungan dan Kelemahan Berbisnis WARALABA

Tabloid Wirausaha – Keuntungan dan Kelemahan Bisnis Waralaba | Bisnis waralaba merupakan salah satu bisnis yang memiliki resiko kegagalan kecil,  karena produk yang sudah dikenal khalayak maka bisnis waralaba ini sangat cocok bagi orang yang baru memulai usaha dan masih minim pengalaman didalam berwirausaha. Walaupun demikian bisnis ini bukan berarti tanpa resiko sama sekali, bisnis inipun memiliki kelebihan dan kekurangannya. Namun jika dibandigkan dengan kekurangannya maka bisnis ini lebih banyak keuntungannya. Berikut Keuntungan dan Kelemahan dari bisnis waralaba yang disarikan dari http://bewey92.blogspot.com. 
Keuntungan dan kelemahan melakukan bisnis franchise
Keuntungan Waralaba / Franchise:

1.
Adanya program-program pelatihan dari Fanchisor (yang punya perusahaan)sehingga kurangnya skill dapat di tanggulangi.

2. Secara psikologis pihak Franchisee akan berusaha untuk dapat memajukan bisnisnya itu di samping mendapat bantuan dan bimbingan yang terus menerus dari pihak franchisor karena merasa telah memiliki perusaan yang besar.

3. Sudah Terkenal.

4. Minim kegagalan dan mengurangi biaya Operasional karena tidak butuh dana besar untuk promo atau dana untuk kegagalan yang biasa dialami oleh perusaan yang baru berdiri.

5. Seringkali pihak franchisee menerima juga bantuan-bantuan berikut ini:
a. Penyeleksian tempat,
b. Persiapan rencana perbaikan model gedung sehingga sesuai dengan rencana tata kota atau ketentuan lainnya yang berlaku,
c. Perolehan dana untuk sebahagian biaya akuisisi dari bisnis yang difranchisekan,
d. Pelatihan staff,
e. Pembelian peralatan,
f. Seleksi dan pembelian suku cadang,
g. Bantuan pembukaan bisnis dan menjalankannya dengan lancar.

6. Iklan yang ditayangkan di TV, di billboard atau dimanapun mewakili seluruh jaringan Franchise.

7. Keuntungan bagi franchisee dari adanya daya beli yang besar dan negosiasi yang dilakukan pihak franchisor atas nama seluruh jaringan franchisee,

8. Risiko dalam bisnis franchise umumnya kecil.

9. Franchise mendapatkan hak untuk menggunakan merek dagang, paten, hak cipta, rahasia dagang, serta proses, formula dan resep rahasia milik franchisor.

10. Franchisee memperoleh jasa-jasa dari staff lapangan pihak franchisor.

11. Franchisee mengambil mamfaat dari hasil riset yang dilakukan secara terus-menerus oleh franchisor, sehingga dapat memperkuat daya saing.

12. Informasi dan pengalaman dari seluruh jaraingan franchisee yang ada lewat franchisor dapat disebarkan ke seluruh jaringan yang ada.

13. Seringkali terdapat jaminan exclusivitas bagi franchisee untuk bergerak dalam usaha yang bersangkutan dalam sesuatu territorial tertentu.

14. Lebih mudah bagi franchisee untuk memperoleh dana dari penyandang dana karena nama besar dan keberhasilan dari pihak franchisor.


Kekurangan bisnis Waralaba / Franchise:

1.
Peran yang dimainkan oleh Franchisor sangat besar dengan kontrol yang tinggi sehingga pihak franchise hilang kemandiriannya.

2. Pihak franchise harus membayar berbagai macam fee kepada pihak franchisor, yang terms and conditionsnya therefore harus jelas dan dinegosiasi siapa yang harus memikul biaya tersebut:
a. Royalty: pembayaran oleh pihak franchisee kepada pihak franchisor sebagai imbalan dari pemakaian hak franchise oleh franchisee.
b. Franchise fee: biasanya dilakukan sekali saja dan dengan jumlah tertentu pada saat penandatangan akte franchise,
c. Direct expenses: Biaya langsung yang harus dikeluarkan sehubungan dengan pembukaan/ pengembangan suatu bisnis franchise seperti biaya pemodokan pihak yang akan menjadi pelatih dan feenya, biaya pelatihan dan biaya pada saat pembukaan;
d. Biaya sewa: apabila franchisor menyediakan tempat bisnis,
e. Marketing dan advertising fees; Karena franchisor yang melakukan marketing dan iklan, maka pihak franchisee mesti juga ikut menanggung beban biaya tersebut dengan menghitungnya baik secara persentase dari omset penjualan ataupun jika ada marketing atau iklan tertentu.
f. Assignment fees; biaya yang harus dibayar oleh pihak franchisee kepada pihak franchisor jika pihak franchisee tersebut mengalihkan bisnisnya kepada pihak lain biasanya untuk kepentingan persiapan pembuatan perjanjian penyerahan, pelatihan pemegang franchise yang baru dan sebagainya.

3. Kesukaran dalam menilai kualitas franchisor.

4. Biasanya kontrak franchise berisikan juga pembatasan-pembatasan terhadap bisnis franchise dan ruang gerak dari pihak franchisor.

5. Kebijakan-kebijakan pihak franchisor tidak selamanya berkenaan di hati pihak franchise.

6. Franchisor bisa jadi membuat kesalahan dalam kebijakannya,

7. Turunnya reputasi dan citra dari merek bisnis franchisor karena alasan yang tidak terduga-duga sebelumnya.

MANFAAT BISNIS WARALABA / FRANCHISE

Manfaat  bagi franchisor
- Pengembangan usaha dengan biaya yang relatif murah
- Pontensi passive income yang cukup besar
- Efek bola salju dalam dalam hal brand awareness dan brand equity usaha anda
- Terhindar dari undang-undang anti monopoli

Manfaat bagi franchise :
- Memperkecil resiko kegagalan dalam usaha
- Menghemat dalam hal waktu, tenaga, dana
- Tidak ada proses Tail and error karena semua kebutuhan usaha dicukupi oleh franchisor
- Bagi anggotanya ada kemudahan dalam operasional usaha
- Penggunaan merk yang sudah lebih dulu dikenal Masyarakat

Kiat mempertahankan usaha Waralaba

1. Taati seluruh system waralaba yang telah ditentukan karena franchisor adalah orang yang telah berpengalaman dalam bisnisnya. Mereka lebih mengetahui dan faham dan telag banyak jatuh bangun dalam mencapai kesuksesannya.

2. Selalu meminta dukungan orang –orang dekat disekitar anda baik keluarga ataupun teman teman anda. Untuk itu sisihkan selalu waktu untuk mereka walaupun sebagian besar waktu anda untuk berbisnis. Sehingga ketika anda mengalami kesulitan maka anda akan mudah menghubungi mereka dan meminta solusi.

3. Pelanggan adalah raja. Sehebat dan se-terkenalnya pun produk anda, jika anda tidak dapat memperlakukan pelanggan anda dengan baik maka semuanya akan sia-sia. Berkomunikasilah dengan mereka, tanyakan tanggapan mereka tentang produk anda atau sesekali mintalah saran kepada pelanggan anda mengenai produk dan pelayanan anda.

4. Ikut sertakan diri anda dalam komunitas setempat, Sponsori kegiatan kegiatan disekitar anda sehingga anda semakin dikenal dilingkungan tempat usaha anda.

5. Selalu menjalin komunikasi dengan franchisor, minta selalu tips-tips menjalankan waralabanya. Jangan segan bertanya jika usaha waralaba anda kurang berkembang dengan baik ataupun beri informasi jika usaha anda berkembang sesuai dengan yang diharapkan. Dengan demikian akan tercipta keharmonisan usaha antara anda dengan franchisor.

6. Perhatikan pembukuan dengan cermat, karena titik awal kesuksesan dalam usaha apapun adalah pembukuan. Catat setiap transaksi sekecil apapun, adakan review setiap harinya setiap selesai berjualan. Buatlah review mingguan dan bulanan hal ini penting untuk mengambil langkah atau kebijakan kebijakan lainnya.