Selasa, 06 Januari 2015

Tips Budidaya Jamur Tiram


Tips Budidaya Jamur Tiram
Tabloid Wirausaha -  Tips Budidaya Jamur Tiram | Jamur yang memiliki nama latin Pleurotus ostreatus termasuk kelas dari Homobasidiomycetes. jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur pohon hal itu karena memang jamur ini paling banyak dijumpai di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau di batang pohon yang sudah ditebang dan bisa dijumpai sepanjang tahun dihutan didaerah yang sejuk. Namun dengan seiring perkembangan teknologi kini jamur tiram sudah bisa didapat dengan mudah dengan melakukan teknik budidaya jamur tiram.

Manfaat Jamur Tiram Bagi Kesehatan
Berdasarkan penelitian Sunan Pongsamart, biochemistry, Faculty of Pharmaceutical Universitas Chulangkorn, jamur tiram mengandung protein, air, kalori, karbohidrat, dan sisanya berupa serat zat besi, kalsium, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C.Jamur tiram juga mengandung 9 macam asam amino yaitu lisin, metionin, triptofan, threonin, valin, leusin, isoleusin, histidin, dan fenilalanin. Mineral utama tertinggi adalah Kalium, Fosfor, Natrium, Kalsium, dan Magnesium merupakan zat yang sangat penting untuk tubuh.
Manfaat lain dari jamur tiram antaralain:
- Membantu menurunkan kolesterol
- Sebagai antibakterial dan antitumor
- Penghasil enzim hidrolisis dan enzim oksidasi
- Dapat membunuh nematoda
- Mengurangi Resiko jantung lemah 
- Mengatasi Penyakit lever 
- Membantu menyenbuhkan diabetes 
- Menghilangkan anemia 
- Membantu Sistem pencernaan 
- Mencegah timbulnya tumor
 

Ciri-ciri Jamur Tiram
Ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung dengan diameter tubuh 3-14 cm. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom. Jamur tiram memiliki miselium. Tubuh buah jamur inilah yang bernilai ekonomis tinggi serta menjadi tujuan dari budidaya. Teknik budidaya jamur tiram mulai dari persiapan hingga pasca panen sangat perlu diperhatikan agar pelaku usaha budidaya benar-benar memahami sehingga lebih menguasai dalam pemeliharaan maupun pengendalian hama jamur tiram.
TIPS PERSIAPAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM
Persiapan budidaya harus dilakukan secara matang hal ini dapat membantu mendapatkan hasil panen yang optimal. Langkah awal yang harus dilakukan diantaranya: pemilihan lokasi budidaya,  membuat rumah kumbung baglog, rak baglog, persiapan media jamur,  menyediakan bibit, serta sarana pendukung lainnya.
1. Kebersihan lolasi budidaya menjadi syarat utama harus diperhatikan, mengingat budidaya jamur sangat sangat berpengaruh terhadap kelembapan terutama kelembaban yang terlalu tinggi. Usahakan lokasi yang dipilih harus jauh dari faktor faktor yang mempengaruhi kelembapan seperti dekat kandang ternak, tempat pembuangan sampah maupun tempat-tempat lain yang berpotensi mendatangkan hama penyakit.
2. Membuat rumah kumbung baglog. Pembuatan rumah kumbung ini dibuat jikalokasi penanaman dilakuakan di luar ruangan. Adapun pembuatannya harus disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia, biaya, daya tampung baglog. Sebagai contoh, untuk kapasitas baglog sebanyak 500-1500 diperlukan rumah kumbung berukuran 6 x 4 m. Mengingat faktor terpenting penunjang keberhasilan usaha budidaya jamur tiram adalah kelembaban maupun kebersihan. Rumah atau kumbung idealnya harus memenuhi kelembaban optimal bagi pertumbuhan jamur, sedangkan kebersihan menjadi syarat mutlak dalam mencegah serangan hama penyakit pengganggu.
3. Rak Baglog. Pembuatan rak ini bertujuan untuk mempermudah pekerjaan bail selama pemeliharaan ataupun pada saat panen. Pembuatan rak baglog disesuaikan kondisi usaha  yang dijalankan, untuk  skala rumah tangga cukup menggunakan rak dari bambu saja tujuannya adalah untuk meminimalisasi biaya, sedangkan untuk usaha sekala besar  dan jangka panjang, pembuatan rak baglog sebaiknya menggunakan kombinasi bambu kayu agar bisa lebih tahan lama dan dapat dipakai berkali kali dan hal ini juga akan menghemat biaya. Buat lapisan-lapisan rak maksimal  5 lapis untuk satu unit rak. Hal ini bermaksud agar memudahkan pemeliharaan dan pemanenan, jika terlalu tinggi akan menyulitkan  pekerja dalam melakukan pemeliharaan.
Satu lapis rak dibuat panjang 300 cm, lebar 40 cm, serta tinggi 40 cm. Pada ukuran ini mampu menampung kurang lebih 60 baglog. Jadi, satu unit rak (terdiri dari 5 lapis), mampu menampung sebanyak 300 baglog. Untuk rak paling bawah diberi jarak 30-35 cm dari permukaan tanah. Hal ini untuk menjaga kelembaban udara pada lapisan rak paling bawah, sirkulasi udara menjadi lancar sehingga perkembangbiakan hama penyakit dapat ditekan.
4. Mempersiapkan media budidaya jamur.  Media tanam budidaya jamur memiliki berbagai macam jenis, tergantung bagaimana mudahnya kita memperoleh bahannya saja. Media dapat berupa substrat kayu, serbuk gergaji, ampas tebu, maupun sekam. Pembuatan media tanam berisi campuran dari media ditambahkan nutrisi berupa tepung jagung, dedak halus, air, gips atau kapur (CaCo3). Media tanam kemudian dimasukkan dalam kantong plastik sampai penuh, lalu dimasukkan pralon atau bambu berdiameter 3 cm, setelah itu diikat dengan kuat. Media jadi tersebut dinamakan baglog. Namun, kebanyakan para pelaku usaha jamur tiram membeli baglog siap pakai karena lebih praktis dan ekonomis dibandingkan dengan membuat sendiri yang butuh pada ketrampilan, kebiasaan serta ketelitian dalam membuatnya.
5. Penyediaan Bibit. Untuk sekarang ini bagi pelaku yang ingin berbudidaya jamur tiram sudah tidak perlu khawatir lagi dalam memperoleh bibit, karena kini telah banyak pengusaha jamur mulai menjual bibit sudah dalam kemasan baglog siap pakai, bahkan banyak yang sudah disertifikasi. Jadi bibit sudah ditanam di dalam baglog bahkan sudah siap dilanjutkan dalam proses budidaya jamur hingga panen. Kebanyakan para petani memperoleh bibit dengan cara ini meskipun biaya produksinya menjadi lebih mahal tetapi sudah lebih terjamin.
Sebaiknya selain dengan memperoleh bibit dengan cara membeli langsung, ada baiknya petani  belajar teknik membuat bibit jamur sehingga jika sudah menguasai teknik budidaya serta usaha budidaya jamurnya sudah tergolong besar, dapat dilakuakn pembibitan sendir sehingga diharapkan dapat menekan biaya operasional.
6. Sarana Pendukung. Peralatan atau bahan pendukung tersebut antara lain plastik (PE 0,002) berukuran 20 cm x 30 cm, cincin paralon, alkohol, pembakar bunsen, alat sterilisasi baglog berupa drum/oven/autoclave, termometer, barometer, sprinkle bernozle halus, fungisida (bila menggunakan plastik pengemas), serta vacuum sealer.
Usahakan selama budidaya menggunakan bibit bersertifikat yang dapat dibeli dari petani lain atau dinas pertanian setempat. Peralatan budidaya untuk jamur tiram cukup sederhana, harga terjangkau, bahkan kita bisa memanfaatkan peralatan dapur.

Pada dataran rendah, modifikasi bahan media jamur tiram serta takarannya dapat mengoptimalkan hasil, caranya yakni mengurangi atau menambah takaran tiap-tiap bahan dari standar umumnya. Pada usaha budidaya skala kecil, perlu juga dilakukan eksperimen atau percobaan dalam menentukan takaran bahan media agar takarannya tepat. Hal ini perlu dilakukan mengingat jamur tiram yang dibudidayakan di lingkungan tumbuh yang berbeda tentu membutuhkan nutrisi maupun media yang berbeda pula tergantung kondisi lingkungan setempat. Hingga saat ini belum ada standar komposisi media untuk budidaya jamur tiram di dataran rendah, sehingga petani memodifikasi media serta lingkungan berdasarkan pengalaman dan kondisi masing-masing.
Dari Berbagai Sumber
Image Source :  http://manfaattumbuhanbuah.blogspot.com