Senin, 18 November 2013

Pertemuan dengan Para Perempuan bercadar



Pertemuan dengan Para Perempuan Bercadar

Pagi itu terasa asing bagi seorang yang belum biasa berhadapan dengan lingkungan yang baru. Mendatangi sebuah gedung dengan langkah malu-malu. Dari kejauhan terlihat beberapa sosok perempuan yang berpakaian serba hitam. Tapi tak dapat dilihat wajahnya, karena cadar membalut wajahnya. Tertegun dan khawatir di awal mendekat, tetapi suara lembut terdengar dari balik cadar itu. Perempuan bercadar, menyapa dengan hangat dan mempersilahkan yang hadir melangkah masuk untuk menghadiri acara tabligh akbar di gedung pertemuan di tajur, Bogor. Semakin banyak orang-orang yang datang, para perempuan bercadar mulai banyak mengisi ruangan. Suasana ini begitu asing, atau tubuh ini lah yang asing. Perempuan bercadar saling tegur sapa, saling mencium pipi kanan dan kiri. Ternyata para perempuan bercadar seramah itu. Mereka pun kadang tertawa bersama. Ternyata sikap mereka begitu hangat. Meski hanya matanya yang dapat terlihat, itu bukan tanda bahwa mereka tak bersahabat. Banyaknya jumlah mereka dalam gedung ini begitu mengharukan. Sangkaan bahwa mereka tak ramah, itu tidak benar. Ketika senyum menyapa  para perempuan bercadar, anggukan mereka yang membalas senyuman, juga mata mereka terlihat bergerak tanda sedang tersenyum. Tabligh akbar dengan para perempuan bercadar, mengungkap kebenaran, bahwa mereka indah meski tak terlihat.