Jumat, 15 November 2013

Pemuda Gelar Aksi Damai pada Peringatan Sumpah Pemuda



Pemuda Gelar Aksi Damai pada Peringatan Sumpah Pemuda

Para pelajar yang tergabung dalam Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia menggelar aksi damai, bertepatan pada hari peringatan sumpah pemuda di bundaran HI, Jakarta (28/10). Mereka mewakili pelajar muslim berusaha menyatakan kepedulian mereka terhadap pemuda Indonesia, yang semakin hari kian menurun kualitasnya. Mereka beranggapan pemuda Indonesia saat ini banyak disibukan oleh banyak hal yang tidak bermanfaat, bahkan cenderung merusak diri pemuda Indonesia. Pergaulan bebas yang makin marak di Indonesia tentu sangat berpengaruh terhadap kemajuan bangsa ini, karena jika generasi muda Indonesia rusak, kelanjutan bangsa ini pun dipertaruhkan. Permasalahan yang pemuda Indonesia alami saat ini, tak lain juga merupakan kesalahan dari pemerintah. Pemerintah Indonesia yang menetapkan sistem demokrasi, yang nyatanya bukanlah dari rakyat dan untuk rakyat. Demokrasi adalah buatan manusia, yang tentunya memiliki banyak kekurangan. Tidak selayaknya hukum mengenai hajat orang banyak ditentukan oleh manusia yang serba terbatas. Menurut para pelajar tersebut, hukum Allah-lah yang pantas untuk ditegakan, karena selama hukum buatan manusia masih diterapkan, selama itu pula tidak akan dicapai kesejahteraan.
Aksi damai tersebut mulai digelar pukul 08.00-11.30 WIB, tak hanya pelajar jakarta yang ikut serta, pelajar dari kota lain pun ikut andil, salah satunya adalah pelajar dari kota Bogor.
Mereka berdiri mengelilingi bundaran HI sambil memberikan orasi oleh perwakilan dari pelajar yang hadir.
Peristiwa sumpah pemuda ini menggerakan para pelajar yang tergabung dalam Muslimah Hizbut Tahrir ini untuk mengingatkan pemerintah. Pemerintah telah melalaikan pemuda sebagai penerus bangsa ini, dengan masihnya menerapkan sistem buatan manusia yang tentu sangat lemah dan penuh kekurangan.
Akibat dari pemerintah Indonesia menerapkan sistem buatan manusia, banyak pemuda yang tergerus oleh gaya hidup bebas. Pemuda yang seharusnya menjadi tunas-tunas baru dengan akar yang kuat, kini menjadi korban pemerintahan yang bobrok. Walaupun demikian pemuda yang menggelar aksi demo yang mewakili jutaan pelajar yang berseru hal serupa, selalu berusaha dan tidak patah semangat untuk mengingatkan masyarakat Indonesia dan pemerintah agar kembali kepada hukum yang sudah seharusnya dilaksanakan. Allah yang menciptakan manusia, maka Allah-lah yang mengetahui hukum yang tepat untuk manusia.