Senin, 18 November 2013

Pelajar SMA Temani Om-om



Pelajar SMA Temani Om-om

Pelajar SMA umumnya oleh para orang tua dianggap telah cukup dewasa, dan tidak lagi mendapatkan pengawasan yang lebih dari orang tua. Anggapan seperti itu ternyata keliru. Pergaulan bebas sangat marak tidak hanya pada lingkungan orang dewasa tetapi juga di lingkungan pelajar SMA. Menurut penuturan seorang pelajar dari salah satu pelajar perempuan yaitu Nini (nama disamarkan), menemani Om-om adalah suatu hal yang biasa saja. Nini menuturkan bahwa hal tersebut bukanlah hal yang berbahaya bagi dirinya. Karena menurutnya, dia hanya menemani om-om itu makan dan berbincang-bincang, kemudian setelahnya Nini akan diberi bayaran karena telah menemani Om-om itu. Hal itu bermula ketika temannya menawarkannya untuk menemani seorang Om. Teman Nini itu sebut saja Titi (nama disamarkan) meyakinkan bahwa yang akan dilakukan bersama om itu hanya sebatas berbincang. Sampai akhirnya Nini setuju dan menjalani itu. Nini dijemput dengan mobil Om itu dan dalam perjalanan dia diajak berbincang kemudian pergi ke Cafe untuk menemani Om tersebut. Pada saat di Cafe Om itu mulai merokok dan menawarinya rokok, tetapi Nini menolak karena dia tidak terbiasa merokok. Nini menuturkan ini dengan mimik wajah yang tidak merasa bersalah bahkan dengan nada mengajak untuk mengikuti hal yang serupa dengan apa yang telah dia lakukan.
Apa yang dialami Nini hanya satu dari sekian banyak pelajar yang melakukan hal yang sangat tidak terpuji dan bahkan membahayakan kerhormatan dirinya. Nini terkecoh dengan awal yang menurutnya itu hal yang tidak membahayakan. Padahal kejahatan itu terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan. Bagi para orang tua yang memiliki anak, sebaiknya tidak mengurangi pengawasan meskipun usia mereka telah bertambah. Karena kini telah marak sekali prilaku menyimpang yang dilakukan oleh pelajar. Contohnya Nini, dia bisa saja mengajak teman-temannya untuk melakukan hal yang sama, dan bayangkan bagaimana nasib pelajar yang terjerumus dalam hal tersebut.
Dibalik sosok Nini, tentu masih ada pelajar yang baik dan tidak ikut dalam prilaku menyimpang itu. Contohnya saja Herlina, dia bahkan tidak mengetahui dunia seperti itu, salah satunya karena Herlina bergaul dengan teman-teman yang tidak berprilaku menyimpang.