Senin, 18 November 2013

Ini Bukan Suara Rakyat



Ini Bukan Suara Rakyat

Kemiskinan yang melanda masyarakat Indonesia bukanlah suara atau keinginan rakyat. Bagaimana bisa pemerintah duduk nyaman di kendaraan yang dibeli dari uang rakyat, sambil melihat kemiskinan yang menimpa masyarakat Indonesia. Mereka mengatakan bahwa duduknya mereka di parlemen demi memperjuangkan aspirasi rakyat, tapi pada kenyataannya bukanlah seperti itu. Meskipun ribuan masyarakat menggelar aksi demo, mengenai keputusan yang mereka ambil, mereka hanya duduk manis di dalam gedung ber-AC. Sebenarnya suara siapa yang mereka perjuangkan? Apakah suara rakyat? Ataukah suara orang-orang yang memiliki kepentingan khusus? Teganya mereka mengorbankan masyarakat Indonesia demi kepentingan pribadi mereka. Korupsi yang juga tak pernah ditemukan akarnya, sehingga cabang-cabang korupsi semakin berkembang dan mungkin hanya sebagian kecil yang terungkap. Masyarakat manapun tak ada yang menyuarakan agar pemerintah menggerogoti masyarakat Indonesia. Berbagai kamuflase mereka lakukan untuk menghisap darah rakyat, contohnya kenaikan BBM, kartu sehat dan lain sebagainya.  Sudah berkali-kali masyarakat Indonesia ditipu oleh janji manis mereka. Tetapi mengapa rakyat masih mempercayai mereka untuk menjalankan aturan negeri ini? mengapa sistem yang rusak ini terus dipertahankan? Apakah masyarakat Indonesia harus menunggu sampai seluruh rakyat ini sengsara? Siapa yang peduli mengenai kesengsaraan rakyat? Mungkin yang peduli hanya mereka yang merasakan, dan mereka yang berempati. Selebihnya hanya orang-orang yang memikirkan badan sendiri.