Berbagai peluang usaha, teknik usaha dan peluang bisnis terbaru dibahas disini

Berlangganan artikel via Email

Dengan memasukan alamat email anda ke form dibawah ini, Anda akan mendapat kiriman artikel terbaru dari PeluangUsaha.web.id di inbox email Anda:

   


Anda punya penawaran usaha? atau sedang mencari mitra usaha?

informasikan di blog ini (klik disini)


Akhir akhir ini saya mulai tertarik dengan bisnis property, karena property memiliki berbagi kelebihan yang tidak dimiliki investasi jenis lain, seperti harganya yang relatif stabil, bisa dimanfaatkan, dsb..

Nah, ketika browsing-browsing di internet, saya mencoba mencari informasi mengenai jual beli rumah, secara tidak sengaja saya menemukan sebuah website yang mengajarkan teknik teknik dalam pembelian sebuah rumah, bahkan bisa tanpa uang dan malah menghasilkan. gitu katanya...

Besoknya secara ndak sengaja saya melihat di koran lokal kota saya, ternyata ada juga semniar tentang membeli rumah tanpa modal, setelah saya tlp, ternyata biayanya besar juga 3,5jt. teringat kembali website yang kemaren itu, saya cek lagi ternyata disitu ditawarkan berupa 2 buku dan 1 CD, murah sekali jika dibanding dengan yang ada di koran. akhirnya saya putuskan untuk membeli buku itu, setelah saya baca-baca, ternyata teknik nya bener bener masuk akal.



Saat ini saya sedang mendalami teknik yang ada di buku itu, dan mencoba menerapkannya, memang terus terang banyak sekali ilmu baru yang saya dapatkan disitu, target saya dalam 2 bulan ini sudah bisa dapat rumah.

Bagi rekan rekan yang berminat berbisnis properti juga, saya rekomendasikan untuk membaca dulu buku itu, bukannya promosi ni, tapi bener-bener bagus kok buat bahan referensi, daripada ikut seminar mahal-mahal 3,5jt.. hehehehe... :D

ini website nya : http://www.beli-rumah.net/?id=peluangusaha

nanti kalau ada yang beli dari referensi saya (peluangusaha) saya kasih diskon potongan harga dari komisi saya, plus ebook tentang teknik lengkap dari dasar sampai mahir menjual apa saja di internet. silahkan hubungi saya dg komentar disini.

Baca Selengkapnya »»

Saat ini saya baru saja mambuka grup facebook dengan tema Peluang Usaha.

Dalam grup itu nanti kita bisa saling diskusi secara langsung, dan juga semakin mempererat relasi, sehingga jika mungkin ada rekan rekan yang berminat untuk menawarkan usahanya, bisa cepat di ada yang merespon.

Bagi yang belum punya facebook, ya buruan daftar... masa hari gini ndak punya facebook... hehehe... :D

Oke, silahkan gabung di grup facebook kita dengan klik tombol dibawah ini :

Baca Selengkapnya »»

Ada 2 macam pendapatan yg kita harapkan dari investasi properti :

1. Cashflow
= pendapatan rutin (harian, bulanan, tahunan dll)

2. Capital Gain
= keuntungan saat menjual , yg merupakan selisih harga jual-harga beli

kalau mengharapkan capital gain, properti apapun pasti mengalami kenaikan harga (sampai ada joke : "orang bodoh pun beli properti pasti untung"), namun ada beberapa kasus dimana justru harga turun atau jadi tidak berharga sama sekali sehingga yg dulunya aset jadi liability, misal :



1. lumpur lapindo sidoarjo
semua perumahan yg terkena luapan lumpur porong tsb tiba2 jadi tidak berharga sama sekali karena ada kasus lumpur, bahkan yg masih dalam radius bbrp kilo dari pusat semburan pun sudah di black list oleh semua bank ga akan ada pencairan kredit, maka tamatlah riwayat aset properti tsb

2. sub-prime mortgage di USA
karena kesemberonoan para pelaku pemberi "KPR" disana yaitu Mortgage Company yg "memaksakan" tetep memberikan kredit kepada semua debitor yg ambil properti perumahan walo tidak didukung oleh sumber penghasilan yg valid tetap aja di ACC dgn banyak "hunky panky", maka ketika USA mengalami resesi, inflasi tinggi, kemampuan ekonomi dan daya beli masyarakat menurun tajam, maka banyak sekali mereka yg gagal bayar kredit mortgage nya sehingga harus dgn terpakasa banyak disita.

karena yg disita adalah tidak dalam jumlah sedikit dan sampai degan ratusan ribu unit rumah dan terus bertambah jumlahnya, maka jelas lah bank bank pemberi kredit "KPR" nya yg kolaps duluan karena aset yg dijadikan jaminan menjadi merosot tajam dan tidak berarti, buntutnya kita dengar banyak institusi keuangan yg goyah sampai dilakukan rekapitalisasi oleh pemodalnya dan banyak berganti pergantian pemilik seperti di : UBS, Citibank, Northern Rock, BearStreans, Lehman Brother dan terkahir ini kasus AIG yang merupakan salah satu perusahaan asuransi terbesar di USA yang sebagain besar menanamkan sahamnya di bidang properti khususnya di "sub-prime market". Dengan terancam kolaps nya perusahan tersebut dan pasti akan dilanjutkan dengan pemecatan banyak CEO dan para petinggi yg bertanggung jawab.

"drama" ini masi berlanjut dgn kabar segera menyusul ambruknya Fanny Mae dan Freddie Mack yg di Indonesia bahkan model perusahaan ini baru akan dibentuk yg akan dinamakan SMF = Secondary Mortgage Facility = sebagai penyedia sumber keuangan yg selanjutnya akan disalurkan ke bank2 penyedia KPR.

3. jumlah penduduk Jepang yg menurun dan menua secara demografis
karena property market itu sangat dipengaruhi oleh hukum "supply demand" dimana pertumbuhan penduduk jepang mengalami "negative population growth" yg artinya jumlah penduduknya terus menurun (mortalitas lebih tinggi dari natalitas), maka imbas nya adalah juga ke properti yg mestinya dalam keadaan "normal" harga "pasti naik" namun karena ada fenomena "anomali" tersebut harga cenderung stagnan bahkan cenderung turun (ingat kalo anda menabung dalam mata uang JPY suku bunganya akan 0% kan?)

4. singapore yg roller coaster market
Singapore juga mengalami masalah yg mirip Jepang dimana penduduknya yang cuma beberapa juta jiwa dan "malas punya anak" sehingga tingkat pertumbuhan penduduknya juga lambat, dimana secara teori mestinya kan harga properti juga melambat dan stagnan seperti jepang bukan?

namun ternyata yg terjadi adalah lain, kadang2 harga stagnan , di lain waktu harga tiba2 turun dan di lain waktu tiba2 melejit. hal ini terjadi karena beberapa hal :

1. mengetahui "domestic market" nya sangat terbatas, maka mereka lebih mengintensifkan pembelian properti dari warga asing baik yg tinggal dan bekerja di sana ataupun sekedar saranan investasi dgn memiliki unit properti di negeri singa tsb. sehingga harga bisa terangkat karena demamnd nya ada terus

2. menciptakan dan mereposisi konsep "Uniqely Singapore" dari sekedar kota belanja menjadi "MICE City"
(MICE = Meeting Insentive Convention & Entertaintment), sehingga market selalu terbentuk dan tidak melulu residential tp justru hispitality, meeting dan rapat2 dgn level ASEAN bahkan konferensi dunia sering dilakukan disana. sehingga market hotel, convention center tumbuh signifikan.

ditambah lagi Singapore sedang membangun pusat judi yg sangat besat di Sentosa Island yg pasti akan banyak menarik turis untuk berbondong bondong datang dan menghabiskan duitnya disana (dijamin orang Indonesia pasti ga satupun ada yg datang kesana...)

3.menciptakan Singapore sebagai "ASEAN hub" ato "ASEAN Capital"
sehingga semua orang serasa wajib mengunjungi singapore, minimal sekedar sebagai tempat transit di changi airport atau memerikasakan kesehatannya.


mengenai pertanyaan anda "apakah bagus tawaran properti tsb"? silahkan diperikasa kembali dengan motivasi anda dalam berinvestasi properti. ingat dalam investasi anda tidak akan menang bila sekedar latah dan ikut2 an.

FYI = sy tidak akan pernah beli properti yg belum jelas untung ruginya dan sebaliknya saya lebih suka beli properti secara "take over" walo sedikit lebi "mahal" (walo mahal itu relatif) namun resiko nya akan turun dan sebaliknya peluang keberhsilannya akan semakin meningkat.

*Credit to Pak Didik

Baca Selengkapnya »»

Properti dalam "kondisi normal" akan selalu tumbuh diatas tingkat inflasi karena adanya supply dan demand, sehingga kalo anda jual suatu saat nanti....harganya "pasti" lebih tinggi daripada kalo didepositokan...sehingga "time value of money" dari properti tsb tetap terjaga pada nilai yg selalu wajar.

Karena "yield" atau pertumbuhan aset properti "biasanya selalu" lebih tinggi dari inflasi ... maka properti bisa dijadikan sbg = hedging = lindung nilai = "bemper" ketika tiba2 terjadi krisis

coba anda bayangkan ketika tahun 1998, akan terjadi krismon, ada 2 orang bersahabat sebut aja namanya Anton dan Budi, yg masing2 punya duit 50 juta tunai di tangan. begitu mereka mendengar akan ada krisis ekonomi, mereka melakukan 2 strategi yg berbeda :



1. Anton, begitu tahu akan ada krisis ekonomi dan ada kerusuhan segera mendepositokan duitnya tsb ke salah satu bank pemerintah dgn alasan keamanannya terjamin, dia mendepositokan selurruh uangnya yg 50 juta rupiah tsb.

2. Budi, begitu tahu ada krisis, dia segera membeli tunai 10 unti rumah Tipe 36 yg pada tahun 1998 itu baru sekitar berharga 4,5-5 juta rupiah / unit, pendek kata si Budi memegang 10 unit aset properti berupa rumah Tipe 36.

selang bbrp tahun kemudia..katakan 5 thn kemudian di tahun 2003...kedua sahabat tersebut bertemu kembali setelah berpisah selama 5 tahun..mereka bernostalgia sambil tak pula saling menghitung aset masing2....

1. Anton, setelah 5 tahun kemudian duit yg ada di depositonya rata2 per tahun tumbuh 20% (dibulatkan jadi 20% karena pada thn 1998 pernah bungan deposito 60-80% / thn) ...berarti duit nya yg pada thn 1998 didepositokan sebesar 50 juta...saat thn 2003 tsb telah menjadi 100 juta. berarti asetnya tumbuh 200%.

2. Budi, yg pada tahun 1998 membelikan seluruh uangnya menjadi 10 unit rumah Tipe 36 dgn harga pembelian 5 juta / unit..ketika pada thn 2003 itu pernah dihitungkan oleh appraisal, nilainya telah menjadi 40jt/unit...kalo dikalikan 10 unit rumah yg dia pegang, berarti nilai aset nya tsb kalo diuangkan menjadi 400 juta.. berarti asetnya tumbuh 800% dalam kurun waktu yg sama dgn yg dilakukan si Anton.

nah pertanyaannya...anda mau jadi si Anton (si pemain deposito) ato Budi ( si pemain properti) kalo dalam kondisi spt itu? (dimana masing2 ada nilai plus minusnya).

*Credit to Pak Didik

Baca Selengkapnya »»